SMA Labschool Lebayoran awalnya bukan sekolah yang benar-benar saya inginkan. Dulu, saya berusaha keras mendapat NEM tinggi untuk bisa masuk SMA Negeri unggulan. Tetapi dengan beberapa pertimbangan akhirnya saya memutuskan untuk masuk SMA Labsky.
Saya cukup kaget ketika saya diterima di SMA Labsky, yaah dengan soal tes yang menurut banyakorang susah saya bisa lulus. Perasaan saya lega sekali, and proud of myself hehe.
Yaa kira-kira begitulah awal mula saya masuk SMA Labsky.
Kegiatan pertama yang saya lakukan adalah mengikuti MOS. Hampir setiap sekolah melaksanakan kegiatan ini pada awal tahun ajaran. Hal pertama yang membuat saya kagum dengan Labsky adalah OSISnya yang terlihat sangat berwibawa dengan jasnya. Saya menyimpulkan pasti OSIS merupakan organ yang sangat penting di sekolah ini. Begitu juga dengan MPKnya.Saat itu kakak OSIS memperkenalkan kami dengan beberapa guru dan menjelaskan peraturan selama 3 hari MOS. Selama MOS kami harus mengenakan nametag yang harus dibuat dengan ketentuan dari OSIS. Nametagnya tidak biasa, karena harus disertai dengan foto diri yang menurut saya, ehm.. aib :)
Tetapi dengan pembuatan nametag itu saya menjadi lebih akrab dengan teman-temang satu kelompok. Saat masuk SMA Labsky, saya hanya mengenal satu orang teman. Dia juga tidak sekelompok dengan saya. Tetapi dengan pembuatan nametag ini, saya mendapat teman-teman baru.
Selama MOS kami juga harus lari pagi setiap pukul 05.30. Karena rumah saya yang jauh, saya harus berangkat kurang dari pukul 05.00, bahkan 04.30. Saya cukup terkejut dengan kebiasaan di Labsky yang satu ini. Oh iya, ada suatu pengalaman yang tidak akan saya lupakan tentang lari pagi. Pada hari kedua MOS, saya datang ke sekolah pukul 05.00. Lalu saya sholat subuh di masjid, setelah itu ayahsaya memanggil saya karena saya lupa minum susu (agak childish yaaa). Ternyata saat itu peserta MOS sudah harus berkumpul untuk pemanasan. Saya segera ke lapangan, saat itu saya hanya terlambat sepersekian menit. Tetapi saya tetap dianggap terlambat. Saya kesal karena alasan saya (yang menurut saya masuk akal) tidak diterima. Terpaksa saya menerima hukuman dan nama saya dicatat oleh kakak MPK. Yaaah walaupun mengesalkan, kejadian itu membuat saya mengenal seorang kakak MPK yang menurut saya paling baik diantara yang lainnya :)
Oke, kembali ke MOS. Ada satu hal lagi yang membuat saya terkejut, yaitu makan komando. Setiap makan extra fooding dan makan siang kami harus dipmpin oleh salah seorang dari kami untuk persiapan duduk, doa, dll. Kebiasaan yang bagus sih menurut saya, tapi namanya juga kakak kelas, pasti diselingi dengan marah-marah juga. Dan kami harus menghabiskan makanan dalam beberapa hitungan saja. Hikmah dari kegiatan itu kami jadi saling membantu dalam menghabiskan makanan. Karena makanannya jgua tidak boleh bersisa sama sekali. Tapi seru kok.
Setelah kegiatan MOS selesai, saya menjalani hari-hai sekolah seperti biasa. Saya duduk di kelas X-E. Kelasnya cukup seru. Wali kelasnya adalah Bpk. Eris, guru olah raga. Saat itu saya menjadi sekretaris kelas bersama Dania. Di kelas X-E kami semua akrab, laki-laki dan perempuan semuanya bisa bermain bersama, saling bercanda, dan pastinya saling membantu dalam pelajaran.

Yaa kira-kira begitulah awal mula saya masuk SMA Labsky.
Kegiatan pertama yang saya lakukan adalah mengikuti MOS. Hampir setiap sekolah melaksanakan kegiatan ini pada awal tahun ajaran. Hal pertama yang membuat saya kagum dengan Labsky adalah OSISnya yang terlihat sangat berwibawa dengan jasnya. Saya menyimpulkan pasti OSIS merupakan organ yang sangat penting di sekolah ini. Begitu juga dengan MPKnya.Saat itu kakak OSIS memperkenalkan kami dengan beberapa guru dan menjelaskan peraturan selama 3 hari MOS. Selama MOS kami harus mengenakan nametag yang harus dibuat dengan ketentuan dari OSIS. Nametagnya tidak biasa, karena harus disertai dengan foto diri yang menurut saya, ehm.. aib :)
Tetapi dengan pembuatan nametag itu saya menjadi lebih akrab dengan teman-temang satu kelompok. Saat masuk SMA Labsky, saya hanya mengenal satu orang teman. Dia juga tidak sekelompok dengan saya. Tetapi dengan pembuatan nametag ini, saya mendapat teman-teman baru.
Selama MOS kami juga harus lari pagi setiap pukul 05.30. Karena rumah saya yang jauh, saya harus berangkat kurang dari pukul 05.00, bahkan 04.30. Saya cukup terkejut dengan kebiasaan di Labsky yang satu ini. Oh iya, ada suatu pengalaman yang tidak akan saya lupakan tentang lari pagi. Pada hari kedua MOS, saya datang ke sekolah pukul 05.00. Lalu saya sholat subuh di masjid, setelah itu ayahsaya memanggil saya karena saya lupa minum susu (agak childish yaaa). Ternyata saat itu peserta MOS sudah harus berkumpul untuk pemanasan. Saya segera ke lapangan, saat itu saya hanya terlambat sepersekian menit. Tetapi saya tetap dianggap terlambat. Saya kesal karena alasan saya (yang menurut saya masuk akal) tidak diterima. Terpaksa saya menerima hukuman dan nama saya dicatat oleh kakak MPK. Yaaah walaupun mengesalkan, kejadian itu membuat saya mengenal seorang kakak MPK yang menurut saya paling baik diantara yang lainnya :)
Oke, kembali ke MOS. Ada satu hal lagi yang membuat saya terkejut, yaitu makan komando. Setiap makan extra fooding dan makan siang kami harus dipmpin oleh salah seorang dari kami untuk persiapan duduk, doa, dll. Kebiasaan yang bagus sih menurut saya, tapi namanya juga kakak kelas, pasti diselingi dengan marah-marah juga. Dan kami harus menghabiskan makanan dalam beberapa hitungan saja. Hikmah dari kegiatan itu kami jadi saling membantu dalam menghabiskan makanan. Karena makanannya jgua tidak boleh bersisa sama sekali. Tapi seru kok.
Setelah kegiatan MOS selesai, saya menjalani hari-hai sekolah seperti biasa. Saya duduk di kelas X-E. Kelasnya cukup seru. Wali kelasnya adalah Bpk. Eris, guru olah raga. Saat itu saya menjadi sekretaris kelas bersama Dania. Di kelas X-E kami semua akrab, laki-laki dan perempuan semuanya bisa bermain bersama, saling bercanda, dan pastinya saling membantu dalam pelajaran.

Kegiatan selanjutnya di labsky adalah pesantren ramadhan. Dalam kegiatanini kami dibimbing okeh kakak-kakak dari Manajemen Qolbu, Bandung. Setelah pesantren ini, kami harus bersiap menjalani Pra TO dan TO. Yaaa kegiatan ini memang kelihatannya paling ditunggu-tunggu. Katanya sih, TO adalah kegiatan yang paling berkesan diantara berbagai kegiatan wajib lainnya. TO adalah Tip Observasi, dimana kita akan menginap selama 5 hari di desa Pasir Muncang, Purwakarta untuk meneliti. Tak hanya itu, kami juga harus survive sendiri bersama teman-teman satu kelompok. Kami akan ditanggal di satu rumah penduduk yang menjadi keluarga angkat bersama dengan 2 kakak OSIS dan 1 guru pembimbing. Makannya? Ya masak sendiri. Belanja keperluan sehari-hari juga sendiri. Jadi kami benar-benar dilatih bagaimana untuk hidup mandiri di tengah keterbatasan. Di TO kami juga tetap dilatih fisiknya engan penjelajahan yang kira-kira kami lalui sepanjang 10 km. Walaupun TO sangat melelahkan tetapi saya sama sekali tidak menyesal mengikuti kegiatan ini.
Setelah TO, kegiatan selanjutnya adalah Latihan Kepemimpinan Siswa (Lapinsi). Tapi kegiatan ini wajib hanya untuk para siswa yang ingin menjadi pengurus OSIS/MPK saja. Awalnya saya ingin menjadi pengurus MPK, jadi saya mengikuti Lapinsi. Dalam kegiatan ini dilakukan beberapa kali sharing OSIS untuk mengetahui tugas masing-masing seksi danuntuk memantapkan pilihan kami. Setelah Lapinsi saya mengikuti Tes Potensi Organisasi (TPO). Tes dalam TPO ada 3, tes fisik berupa olah raga, tes kerohanian, dan tes presentasi makalah. Saat itu saya membuat makalah tentang Pandemi Flu Babi. Dan Alhamdulillah saya lulus ketiga tes tersebut dan menjadi capsis (calon pengurus osis). Pada saat itulah saya berubah pikiran, tadinya saya ingin menjadi MPK, tapi akhirnya saya memutuskan untuk menjadi pengurus OSIS. Setelah tes-tes tersebut kami menjalani BINTAMA. Ini adalah kegiatan wajib terakhir sebelum naik ke kelas XI. Kegiatan ini dilaksanakan di Pusdikpassus Batu Jajar dan Situ Lembang, Bandung. BINTAMA inilah yang menurut saya paling melelahkan dan menguras tenaga. Di hari pertama saja saya sudah sakit. Tapi BINTAMA ini seru juga, karena kami banyak melakukan aktivitas di luar ruangan, seperti outbond, rapling, berenang, rafting, dll.
Setelah itu saya dan teman-teman yang sudah menjadi capsis dan campk rutin melakukan kegiatan untuk mempersiapkan lari lintas juang tanggal 17 Agustus 2009. Lari lintas juang adalah rangkaian pelantikan dan pelepasan jabatan OSIS/MPK di Labsky, Labschool Rawamangun, dan Labschool Cinere (sekarang Avicenna). Dalam lari lintas juang kami berlari sepanjang kurang lebih 17 km dari Taman Makam Pahlawan sampai ke sekolah masing-masing.
Jauh kaan.. saya sendiri masih tidak percaya saya bisa melewati 17 km dengan berlari dan hanya 1 kali berhenti di pos MPR. hehehe
Setelah TO, kegiatan selanjutnya adalah Latihan Kepemimpinan Siswa (Lapinsi). Tapi kegiatan ini wajib hanya untuk para siswa yang ingin menjadi pengurus OSIS/MPK saja. Awalnya saya ingin menjadi pengurus MPK, jadi saya mengikuti Lapinsi. Dalam kegiatan ini dilakukan beberapa kali sharing OSIS untuk mengetahui tugas masing-masing seksi danuntuk memantapkan pilihan kami. Setelah Lapinsi saya mengikuti Tes Potensi Organisasi (TPO). Tes dalam TPO ada 3, tes fisik berupa olah raga, tes kerohanian, dan tes presentasi makalah. Saat itu saya membuat makalah tentang Pandemi Flu Babi. Dan Alhamdulillah saya lulus ketiga tes tersebut dan menjadi capsis (calon pengurus osis). Pada saat itulah saya berubah pikiran, tadinya saya ingin menjadi MPK, tapi akhirnya saya memutuskan untuk menjadi pengurus OSIS. Setelah tes-tes tersebut kami menjalani BINTAMA. Ini adalah kegiatan wajib terakhir sebelum naik ke kelas XI. Kegiatan ini dilaksanakan di Pusdikpassus Batu Jajar dan Situ Lembang, Bandung. BINTAMA inilah yang menurut saya paling melelahkan dan menguras tenaga. Di hari pertama saja saya sudah sakit. Tapi BINTAMA ini seru juga, karena kami banyak melakukan aktivitas di luar ruangan, seperti outbond, rapling, berenang, rafting, dll.
Setelah itu saya dan teman-teman yang sudah menjadi capsis dan campk rutin melakukan kegiatan untuk mempersiapkan lari lintas juang tanggal 17 Agustus 2009. Lari lintas juang adalah rangkaian pelantikan dan pelepasan jabatan OSIS/MPK di Labsky, Labschool Rawamangun, dan Labschool Cinere (sekarang Avicenna). Dalam lari lintas juang kami berlari sepanjang kurang lebih 17 km dari Taman Makam Pahlawan sampai ke sekolah masing-masing.
Jauh kaan.. saya sendiri masih tidak percaya saya bisa melewati 17 km dengan berlari dan hanya 1 kali berhenti di pos MPR. hehehe



0 comments:
Post a Comment